Fadillah & Sunnah Puasa Asyura
Ditulis pada tanggal 27 December 2009 oleh Aditya Perdana
Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya. Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat. Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini.
Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, Nabi Musa ‘alaihissalam akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wassalam, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau bersabda,
فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ
“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.
Yang demikian karena pada saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu beliau Saw memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah Puasa Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.
Adalah Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari No 1900,
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
“Tatkala Nabi Saw datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Saw bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. HR Al Bukhari
Dan dari Aisyah radiyallahu ‘anha, ia mengisahkan,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. HR Al Bukhari No 1897
Keutamaan puasa ‘Asyura di dalam Islam.
Di masa hidupnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnyaShallallahu ‘alaihi wassalam . Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ
“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan”.
Hal ini menandakan akan keutamaan besar yang terkandung pada puasa di hari ini. Oleh karena itu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya pada satu kesempatan tentang puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan, beliau menjawab bulan Allah Muharram. Dan Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”.
Dan puasa ‘Asyura menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah Ra,
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”.
Hukum Puasa ‘Asyura
Sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib akan tetapi hadits ‘Aisyah di atas menegaskan bahwa kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang mustahab (sunnah). Dan Al Imam Ibnu Abdilbarr menukil ijma’ ulama bahwa hukumnya adalah mustahab.
Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura
Jumhur ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat bahwa hari ‘Asyura adalah hari ke-10 di bulan Muharram. Di antara mereka adalah Said bin Musayyib, Al Hasan Al Bashri, Malik, Ahmad, Ishaq dan yang lainnya. Dan dikalangan ulama kontemporer seperti Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Pada hari inilah Rasullah Saw semasa hidupnya melaksanakan puasa ‘Asyura. Dan kurang lebih setahun sebelum wafatnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التَاسِعَ
“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”
Para ulama berpendapat perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam , “…aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”, mengandung kemungkinan beliau ingin memindahkan puasa tanggal 10 ke tanggal 9 Muharram dan beliau ingin menggabungkan keduanya dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura. Tapi ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ternyata wafat sebelum itu maka yang paling selamat adalah puasa pada kedua hari tersebut sekaligus, tanggal 9 dan 10 Muharram..
Dan Al Imam Asy-Syaukani dan Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan puasa ‘Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke 10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke 9 dan ke 10 dan tingkatan ketiga puasa di hari 9,10 dan 11. Wallahua’lam.
Dikutip dari tulisan al Ustadz Ja’far Shalih – Sunnah Puasa AsyuraArtikel Terkait Lainnya :
- Doa Buka Puasa Yang Shahih Menurut Rasulullah
- Doa Niat Puasa dan Doa Buka Puasa di Bulan Ramadhan
- Puasa di Bulan Rajab
- Tahun Baru Islam 1 Muharam 1431 H
- Fadillah Surah Al Waqiah
Incoming search terms:
Fadilah Puasa, fadillah ramadhan, Fadilah Puasa Ramadhan, sunnah puasa ramadhan, fadillah puasa, fadhilah puasa ramadhan 10 hari kedua, fadilah puasa bagi kesehatan, Fadilah Puasa 10 hari pertama, fadhilah sepuluh hari kedua bulan romadhon, fadilah puasa sunah, fadhila puasa bagi kesehatan, fadilah 10 hari ramadhan, puasa 10 hari kedua, fadilah berpuasa setiap hari di bulan ramadan, padilah puasa, fadillah sedekah, fadilah qunut, fadhilah puasa ramadhan bagi kesehatan, fadilah-fadilah ramadhan, fadilah-fadilah puasa, sebutan 10 hari pertama dalam bulan ramadhan, 10 hari kedua puasa ramadhan, hari sunah puasa, fadillah-fadillah islam, kebiasaan nabi 10 hari kedua puasa ramadhan, fadillah doa, fadillah bulan ramadhan, fadillah rhamadan, fadillah doa qunut, fadillah Ramadhan 10 hari pertama, fadillah malam puasa, fadillah malam puasa ke 10, Fadilah puasa hari ke-9 ramadhan, Fadillah puasa bagi kesehatan, fadillah puasa ramadhan, fadillah puasa ramdahan, Fadillah ramadan di hari pertama, puasa dan fadilahnya, keutamaan 10 HARI PERTAMA KEDUA KETIGA DI BULAN ramadhan, puasa sunnah fadilahnya, puasa/ramadhan/sepuluh hari pertama, ramadhan fadilah, sebutan 10 hari pertama di bulan ramadhan, sepuluh hari pertama kedua dan ketiga puasa Ramadhan, sunah fadilah romadhon, sunah puasa ramadan, sunnah berpuasa, sunnah puasa romadhon, puasa sunnah dan fadilahnya, Puasa sunah dan fadilahnya, puasa ramadhan dan fadilahnya, keutamaan 10 ketiga puasa ramadhan, keutamaan puasa 10 hari kedua Bulan Ramadhan, keutamaan puasa ramadhan pada 10 hari yang kedua, lagu-Film puasa cinta 10 hari, menggabungkan puasa sunnah dan puasa wajib, Niat puasa sunnah latin, PADILAH HARI PERTAMA PUASA RAMADHAN, puasa orang yahudi, puasa ramadhan 10 hari pertama adalah masa 10 hari kedua adalah masa, tingkatan berpuasa pada 10 hari kedua, 10 hari kedua puasa adalah, fadhilah malam puasa, fadhilah puasa ramadhan setiap hari, fadhilah puasa ramadhon tiap hari, fadhillah puasa ramadhan, Fadilah 10 hari puasa, fadilah 10 ke 2 bulan ramadan, fadilah berbuka puasa, FADILAH BRBUKA PUASA, Fadilah buka puasa, 10 hari kedua puasa, ebook fadilah sedekah, 10 hari pertama kedua ketiga dlm blan ramadhan, 10 tingkatan hari dalam ramadhan, BUKU FADILAH PUASA, doa arab latin di bualan puasa, doa brbuka puasa, doa qunut latin, doa ramadhan dihari ketiga, download buku fadillah puasa dan shalat, download ebook fadhillah puasa dan shalat, fadilah bulan ramadhan, fadilah di hari pertama dan kedua bulan ramadhon, fadilah fadilah puasa, fadilah puasa surah al waqiah, fadilah ramadhan 10 hari, fadilah romadon 10 hari pertama, fadilah sunnah rasulullah di bulan ramadhan, fadilah tiap hari puasa ramadhan, fadilah-fadilah, fadilah-fadilah puasa ramadhan, fadillah 10 hari pertama ramadhan, fadillah berpuasa, fadilah puasa romadhon, fadilah puasa ramadhan hari pertama, FADILAH FADILAH PUASA DI BULAN RAMADHAN, fadilah hari dalam puasa ramadhan, Fadilah kita berpuasa hari ke 9, fadilah malam pertama puasa, fadilah puasa bulan ramadhan, fadilah puasa hari 1, fadilah puasa hari pertama, fadilah puasa hari ramadhan, fadilah puasa puasa sunnah, fadillah bulan rajab
Tags: 10 muharram, puasa asyura, puasa sunnah



